KATA
PENGANTAR
Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang
Maha Esa atas karunia yang diberikan,sehingga penulis dapat menyelesaikan
makalah yang ditugaskan.
Makalah ini ditujukan untuk memenuhi tugas IPA(Ilmu Pengetahuan Alam),
yang memuat:
*Penjelasan-penjelasan matei yang bersangkutan
GERHANA
A.
Gerhana Matahari
1. Pengertian Gerhana Matahari
Gerhana
mattahari terjadi pada waktu bulan berada di antara bumi dan matahari, yaitu
pada waktu bulan mati, dan bayang-bayang bulan yang berbentuk kerucut menutupi
permukaan bumi.
Bayang-bayang
bulan ada dua bagian,
1.
umbra , Umbra adalah bagian yang gelap dan berbentuk kerucut yang puncaknya
menuju ke bumi.
Daerah
yang berada dalam liputan umbra akan mengalami gerhana matahari total.
2.
penumbra , Penumbra adalah bagian yang agak terang dan bentuknya makin jauh
dari bulan semakin lebar.
Daerah
berada dalam liputan penumbra mengalami gerhana mattahari sebagian. Pada
gerhana matahari total akan tampak cahaya korona matahari yang bentuknya
seperti mahkota dan semburan gas dari permukaan matahari yang berwarna lebih
merah.
Gerhana
Matahari terjadi ketika posisi bulan terletak di antara Bumi dan Matahari sehingga menutup
sebagian atau seluruh cahaya Matahari. Walaupun Bulan lebih kecil, bayangan
Bulan mampu melindungi cahaya Matahari sepenuhnya karena Bulan yang berjarak
rata-rata jarak 384.400 kilometer dari Bumi lebih dekat dibandingkan Matahari
yang mempunyai jarak rata-rata 149.680.000 kilometer.
2. Jenis –Jenis Gerhana Matahari
1.
Gerhana matahari sebagian. Gerhana matahari sebagian terjadi apabila hanya
sebagian piringan matahari tertutup oleh piringan bulan (Saat puncak gerhana).
Pada gerhana matahari sebagian ini, pasti masih ada bagian dari piringan
matahari yang tidak tertutup oleh piringan bilan.
2. Gerhana matahari total. Gerhana matahari total terjadi apabila piringan matahari ditutup sepenuhnya oleh piringan bulan. Pada saat itu, pringan bulan sama besar atau lebih besar dibandingkan dengan piringan matahari. Ukuran piringan matahari dari piringan bulan itu sendiri selalu berubah-ubah tergantung pada masing-masing jarak bumi-matahari dan bumi-bulan.
3 Gerhana matahari cincin. Gerhana matahari cincin terjadi
apabila piringan bulan pada saat puncak gerhana hanya menutup sebagian dari
piringan matahari. Gerhana ini terjadi apabila piringan bulan lebih kecil
dibandingkan dengan piringan bulan. Sehingga pada saat piringan bulan berada di
depan piringan matahari tidak semua piringan matahari tertutup oleh piringan
bulan. Hal ini yang membuat gerhana terlihat seperti cincin.
3. Mengamati Gerhana Matahari
Melihat secara langsung ke fotosfer matahari (bagian cincin terang dari Matahari) walaupun hanya
dalam beberapa detik dapat mengakibatkan kerusakan permanen retina mata karena radiasi
tinggi yang tak terlihat yang dipancarkan dari fotosfer. Kerusakan
yang ditimbulkan dapat mengakibatkan kebutaan. Mengamati gerhana Matahari
membutuhkan pelindung mata khusus atau dengan menggunakan metode melihat secara
tidak langsung. Kaca mata sunglasses tidak aman untuk digunakan karena tidak menyaring
radiasi inframerah yang dapat merusak
retina mata. Karena cepatnya peredaran Bumi mengitari matahari, gerhana
matahari tak mungkin berlangsung lebih dari 7 menit dan 58 detik jadi jika
ingin melihatnya lakukan sesegera mungkin.
B.
Gerhana Bulan
1.
Pengertian
Gerhana Bulan
Gerhana bulan terjadi pada waktu bumi berada di antara bulan dan
matahari, yaitu pada waktu bulan purnama dan bayang-bayang bumi menutup
permukan bulan. Gerhana bulan dapat terlihat jelas kalau bulan tertutup oleh
bayang-bayang umbra. Dalam peredaran mengelilingi bumi, ada kalanya bulan
bergerak ke tengah-tengah daerah bayang-bayang umbra, sehingga bisa lebih dari
dua jam berada dalam kegelapan. Dalam keadaan demikian terjadilah gerhana bulan
total.
Ada kalanya bulan hanya lewat dibagian tepi bayang-bayang umbra, sehingga permukaannya yang menjadi gelap hanya sebagian saja. Pada saat seperti ini yang terlihat adalah gerhana bulan sebagian.
Ada kalanya bulan hanya lewat dibagian tepi bayang-bayang umbra, sehingga permukaannya yang menjadi gelap hanya sebagian saja. Pada saat seperti ini yang terlihat adalah gerhana bulan sebagian.
Gerhana
bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Itu terjadi bila bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu
garis lurus yang sama, sehingga sinar Matahari tidak dapat mencapai bulan
karena terhalangi oleh bumi.
Dengan
penjelasan lain, gerhana bulan muncul bila bulan sedang beroposisi dengan matahari. Tetapi karena kemiringan
bidang orbit bulan terhadap bidang ekliptika, maka tidak setiap oposisi bulan dengan Matahari
akan mengakibatkan terjadinya gerhana bulan. Perpotongan bidang orbit bulan
dengan bidang ekliptika akan memunculkan 2 buah titik potong yang
disebut node, yaitu titik di mana bulan memotong bidang ekliptika. Gerhana
bulan ini akan terjadi saat bulan beroposisi pada node tersebut.
Bulan membutuhkan waktu 29,53 hari untuk bergerak dari satu titik oposisi ke
titik oposisi lainnya. Maka seharusnya, jika terjadi gerhana bulan, akan
diikuti dengan gerhana Matahari karena
kedua node tersebut terletak pada garis yang menghubungkan antara
Matahari dengan bumi.
Sebenarnya,
pada peristiwa gerhana bulan, seringkali bulan masih dapat terlihat. Ini
dikarenakan masih adanya sinar Matahari yang dibelokkan ke arah bulan
oleh atmosfer bumi. Dan kebanyakan sinar yang dibelokkan ini
memiliki spektrum cahaya merah. Itulah sebabnya pada saat gerhana bulan,
bulan akan tampak berwarna gelap, bisa berwarna merah tembaga, jingga, ataupun
coklat. Gerhana bulan dapat diamati dengan mata telanjang dan tidak berbahaya sama sekali.
2. Macam-macam Gerhana bulan
Berdasarkan keadaan saat fase puncak gerhana, Gerhana bulan dapat dibedakan menjadi:
1. Gerhana bulan Total
Jika saat fase gerhana maksimum gerhana, keseluruhan Bulan
masuk ke dalam bayangan inti / umbra Bumi, maka gerhana tersebut dinamakan
Gerhana bulan total. Gerhana bulan total ini maksimum durasinya bisa mencapai
lebih dari 1 jam 47 menit.
2. Gerhana bulan Sebagian
Jika hanya sebagian Bulan saja yang masuk ke daerah umbra
Bumi, dan sebagian lagi berada dalam bayangan tambahan / penumbra Bumi pada
saat fase maksimumnya, maka gerhana tersebut dinamakan Gerhana bulan sebagian.
3. Gerhana bulan Penumbral Total
Pada Gerhana bulan jenis ke- 3 ini, seluruh Bulan masuk ke
dalam penumbra pada saat fase maksimumnya. Tetapi tidak ada bagian Bulan yang
masuk ke umbra atau tidak tertutupi oleh penumbra. Pada kasus seperti ini,
Gerhana bulannya kita namakan Gerhana bulan penumbral total.
4.
Gerhana bulan Penumbral Sebagian
Dan Gerhana bulan jenis terakhir ini, jika hanya sebagian
saja dari Bulan yang memasuki penumbra, maka Gerhana bulan tersebut dinamakan
Gerhana bulan penumbral sebagian.
Gerhana bulan penumbral biasanya tidak terlalu menarik bagi pengamat. Karena pada Gerhana bulan jenis ini, penampakan gerhana hampir-hampir tidak bisa dibedakan dengan saat bulan purnama biasa.
Gerhana bulan penumbral biasanya tidak terlalu menarik bagi pengamat. Karena pada Gerhana bulan jenis ini, penampakan gerhana hampir-hampir tidak bisa dibedakan dengan saat bulan purnama biasa.
3. Tipe-tipe Gerhana Bulan
ada tiga tipe
Gerhana bulan, yaitu:
1. Tipe t, atau Gerhana bulan
total. Disini, bulan masuk seluruhnya ke dalam kerucut umbra bumi.
2. Tipe p, atau Gerhana bulan
parsial, ketika hanya sebagian bulan yang masuk ke dalam kerucut umbra bumi
3. Tipe pen, atau Gerhana bulan
penumbra, ketika bulan masuk ke dalam kerucut penumbra, tetapi tidak ada bagian
bulan yang masuk ke dalam kerucut umbra bumi.
PASANG NAIK DAN SURUT AIR LAUT
C.
Pasang Surut
1.
Definisi Pasang Surut
Menurut
Pariwono (1989), fenomena pasang surut diartikan sebagai naik turunnya
muka laut secara berkala akibat
adanya gaya tarik benda-benda angkasa terutama matahari dan bulan terhadap
massa air di bumi. Sedangkan menurut Dronkers (1964) pasang surut laut merupakan suatu
fenomena pergerakan naik turunnya permukaan air laut secara berkala yang
diakibatkan oleh kombinasi gaya gravitasi dan gaya tarik menarik dari
benda-benda astronomi terutama oleh matahari, bumi dan bulan. Pengaruh benda
angkasa lainnya dapat diabaikan karena jaraknya lebih jauh atau ukurannya lebih
kecil.
Pasang surut yang terjadi di bumi ada tiga jenis yaitu:
pasang surut atmosfer (atmospheric tide), pasang surut laut (oceanic tide) dan pasang surut bumi padat (tide of
the solid earth).
Pasang
surut laut merupakan hasil dari
gaya tarik gravitasi dan efek sentrifugal. Efek sentrifugal adalah
dorongan ke arah luar pusat rotasi. Gravitasi bervariasi
secara langsung dengan massa tetapi berbanding terbalik terhadap jarak.
Meskipun ukuran bulan lebih kecil dari matahari, gaya tarik gravitasi bulan dua
kali lebih besar daripada gaya tarik matahari dalam membangkitkan pasang surutlaut karena jarak bulan
lebih dekat daripada jarak matahari ke bumi. Gaya tarik gravitasi menarik
airlaut ke arah bulan dan
matahari dan menghasilkan dua tonjolan (bulge) pasang surut gravitasional
dilaut. Lintang dari
tonjolan pasang surut ditentukan oleh deklinasi, sudut antara sumbu rotasi bumi
dan bidang orbital bulan dan matahari.
Faktor Penyebab Terjadinya Pasang Surut
Faktor Penyebab Terjadinya Pasang Surut
Faktor-faktor
yang menyebabkan terjadinya pasang surut berdasarkan teori kesetimbangan
adalah rotasi bumi pada sumbunya, revolusi bulan terhadap matahari, revolusi
bumi terhadap matahari. Sedangkan berdasarkan teori dinamis adalah kedalaman
dan luas perairan, pengaruh rotasi bumi (gaya coriolis), dan gesekan dasar.
Selain itu juga terdapat beberapa faktor lokal yang dapat mempengaruhi pasut
disuatu perairan seperti, topogafi dasar laut, lebar selat, bentuk teluk,
dan sebagainya, sehingga berbagai lokasi memiliki ciri pasang surut yang
berlainan (Wyrtki, 1961).
Pasang
surut laut merupakan hasil dari
gaya tarik gravitasi dan efek sentrifugal. Efek sentrifugal adalah
dorongan ke arah luar pusat rotasi. Gravitasi bervariasi secara langsung dengan
massa tetapi berbanding terbalik terhadap jarak. Meskipun ukuran bulan
lebih kecil dari matahari, gaya tarik gravitasi bulan dua kali lebih besar
daripada gaya tarik matahari dalam membangkitkan pasang surutlaut karena jarak bulan
lebih dekat daripada jarak matahari ke bumi.
4. Tipe Pasang Surut
Perairan laut memberikan respon yang
berbeda terhadap gaya pembangkit pasang surut,sehingga terjadi tipe pasut yang
berlainan di sepanjang pesisir. Menurut Dronkers (1964), ada tiga tipe pasut
yang dapat diketahui, yaitu :
1.Pasang
surut diurnal. Yaitu bila dalam sehari terjadi satu satu kali pasang dan satu
kali surut. Biasanya terjadi di laut sekitar katulistiwa.
2. pasang surut semi diurnal. Yaitu bila dalam
sehari terjadi dua kali pasang dan dua kali surut yang hampir sama tingginya.
3. pasang surut campuran. Yaitu gabungan dari tipe
1 dan tipe 2, bila bulan melintasi khatulistiwa (deklinasi kecil), pasutnya
bertipe semi diurnal, dan jika deklinasi bulan mendekati maksimum, terbentuk
pasut diurnal.
Alat-alat Pengukuran Pasang Surut
Beberapa
alat prngukuran pasang surut diantaranya adalah sebagai berikut :
1.Tide Staff.
1.Tide Staff.
Alat
ini berupa papan yang telah diberi skala dalam meter atau centi meter.
Biasanya digunakan pada pengukuran pasang surut di lapangan.Tide Staff (papan
Pasut) merupakan alat pengukur pasut paling sederhana yang umumnya digunakan
untuk mengamati ketinggian muka laut atau tinggi gelombang
air laut. Bahan yang digunakan
biasanya terbuat dari kayu, alumunium atau bahan lain yang di cat anti karat.
Syarat
pemasangan papan pasut adalah :
1.Saat
pasang tertinggi tidak terendam air dan pada surut terendah masih tergenang
oleh air
2.Jangan dipasang pada gelombang pecah karena akan bias atau pada daerah aliran sungai (aliran debit air).
2.Jangan dipasang pada gelombang pecah karena akan bias atau pada daerah aliran sungai (aliran debit air).
3.Jangan
dipasang didaerah dekat kapal bersandar atau aktivitas yang menyebabkan air
bergerak secara tidak teratur
4.Dipasang
pada daerah yang terlindung dan pada tempat yang mudah untuk diamati dan
dipasang tegak lurus
5.Cari
tempat yang mudah untuk pemasangan misalnya dermaga sehingga papan mudah
dikaitkan
6.Dekat dengan bench mark atau titik referensi lain yang ada sehingga data pasang surut mudah untuk diikatkan terhadap titik referensi
6.Dekat dengan bench mark atau titik referensi lain yang ada sehingga data pasang surut mudah untuk diikatkan terhadap titik referensi
7.Tanah
dan dasar laut atau sungai tempat didirikannya
papan harus stabil
8.Tempat didirikannya papan harus dibuat pengaman dari arus dan sampah
8.Tempat didirikannya papan harus dibuat pengaman dari arus dan sampah
PASANG NAIK
Pasang naik terjadi pada bagian bumi yang terletak paling
dekat dengan bulan.gaya grafitasi bulan menarik air laut agak menjauh dari
permukaan bumi. Pada waktu bersamaan,bagian bumi yang beseberangan mengalami
pasang surut karena gaya grafitasi bulan lebih kecil.karena bumi berputar,bagian
bumi yang menghadap ke bulan akan
berputar dan menjauhi bulan akibatnya,grafitasi bulan berkurang sehingga air
menjadi surut kembali.sebaliknya,pada tempat yang berseberangan,air laut
mengalami pasang naik.
Kesimpulan
Dari pemaparan materi diatas dapat disimpulkan sebagai
berikut:
Ø Gerhana Matahari terjadi ketika
posisi bulan terletak di
antara Bumi dan Matahari sehingga menutup
sebagian atau seluruh cahaya Matahari. Walaupun Bulan lebih kecil, bayangan
Bulan mampu melindungi cahaya Matahari sepenuhnya karena Bulan yang berjarak
rata-rata jarak 384.400 kilometer dari Bumi lebih dekat dibandingkan Matahari
yang mempunyai jarak rata-rata 149.680.000 kilometer.
Ø Gerhana
Matahari dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu: gerhana Matahari total, gerhana Matahari sebagian, dan gerhana Matahari cincin
Ø Gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Itu terjadi bila bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu
garis lurus yang sama, sehingga sinar Matahari tidak dapat mencapai bulan
karena terhalangi oleh bumi.
Ø Pasang surut laut merupakan hasil dari
gaya tarik gravitasi dan efek sentrifugal. Efek sentrifugal adalah
dorongan ke arah luar pusat rotasi. Gravitasi bervariasi
secara langsung dengan massa tetapi berbanding terbalik terhadap jarak.
DAFTAR
PUSTAKA
Defant,
A. 1958. Ebb And Flow. The Tides of Earth, Air, and Water. The University of
Michigan Press, Michigan.
Diposaptono,
S. 2007. Karakteristik Laut Pada Kota Pantai.
Direktorat Bina Pesisir, Direktorat Jendral Urusan Pesisir dan Pulau-pulau
Kecil. Departemen Kelautan dan Perikanan. Jakarta.
Dronkers,
J. J. 1964. Tidal Computations in rivers and coastal waters. North-Holland
Publishing Company. Amsterdam
Gross,
M. G.1990. Oceanography ; A View of Earth Prentice Hall, Inc. Englewood Cliff.
New Jersey
King,
C. A. M. 1966. An Introduction to Oceanography. McGraw Hill Book Company, Inc.
New York. San Francisco.
Mac
Millan, C. D. H. 1966. Tides. American Elsevier Publishing Company, Inc., New
York
Miharja,
D. K., S. Hadi, dan M. Ali, 1994. Pasang Surut Laut. Kursus Intensive Oseanografi bagi perwira TNI AL. Lembaga Pengabdian
masyarakat dan jurusan Geofisika dan Meteorologi. Institut Teknologi Bandung.
Bandung.
Pariwono,
J.I. 1989. Gaya Penggerak Pasang Surut. Dalam Pasang Surut. Ed. Ongkosongo,
O.S.R. dan Suyarso. P3O-LIPI. Jakarta. Hal. 13-23
Pickard,
G. L. 1993. Descriptive Physical Oceanography. Pergamon
Press. Oxford.
Pond
dan Pickard, 1978. Introductory to Dynamic Oceanography. Pergamon Press, Oxford
Priyana,
1994. Studi pola Arus Pasang Surut di Teluk
Labuhantereng Lombok. Nusa Tenggara Barat. Skripsi. Skripsi. Program Studi Ilmu
dan Teknologi Kelautan, Fakultas
Perikanandan Kelautan.Institut Pertanian Bogor
Wyrtki,
K. 1961. Phyical Oceanography of the South East Asian Waters. Naga Report Vol.
2 Scripps, Institute Oceanography, California.
www.dishidros.or.id
http://www.ilmukelautan.com/oseanografi/fisika-oseanografi/402-pasang-surut
terima kasih atas ijin copynya
BalasHapusWhy are blackjack variations so common in casinos? - BBSJeon
BalasHapusMany casino players try 넷텔러 to win by matching symbols 바카라추천사이트 and playing hands 인싸 포커 to win against other players, while playing 사다리사이트 them, for 바카라그림 example, if a
The Best 7 Hotels in Carson City, NV - Mapyro
BalasHapusBest 7 Hotels in Carson City, NV · 파주 출장안마 Bellagio 시흥 출장마사지 · Rio All-Suite 삼척 출장샵 Hotel · Desert Diamond Casino · Las Vegas 강원도 출장안마 Sands Hotel & Casino 성남 출장샵 · Planet Hollywood Casino &